Deputi BI Tak Bisa Jawab Inisiator Perubahan Syarat FPJP

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century menghujani dua Deputi Bank Indonesia (BI), Budi Mulya dan Muliaman D Hadad, dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam seputar perubahan Peraturan Bank Indonesia mengenai syarat sebuah bank menerima fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP), Nopember 2008. Tapi, baik Budi Mulya maupun Muliaman Hadad, tidak bisa menjawab siapa yang menginisiasi perubahan peraturan BI itu.

Dalam keterangannya di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/1), Budi Mulya dan Muliaman Hadad, menjelaskan, usulan itu tidak datang dari pejabat setingkat dia atau bawahannya. Keduanya juga tidak menjawab tegas, siapa di antara dua petinggi BI saat itu, Deputi Gubernur Senor BI Miranda Goeltom atau Gubernur BI Boediono, yang menginisiasi perubahan peraturan BI tersebut.

Pansus mencecar keduanya karena perubahan peraturan BI itu dicurigai hanya untuk meloloskan Bank Century untuk mengeruk pendanaan dari FPJP. Sebab, rentang waktu dari perubahan peraturan BI dengan keputusan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik amat pendek. Muliaman menjelaskan, perubahan itu bukan untuk menyelamatkan Century, tapi untuk menyelamatkan stabilitas sistem keuangan.

Tidak puas dengan jawaban itu, anggota Pansus dari Fraksi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo terus mencecar Budi Mulya dan Miliaman Hadad untuk menjelaskan rapat apa yang digelar pada 13 Nopember 2008? Dalam rapat ini dilakukan telekonferens Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan sejumlah pihak. Toh Muliaman tidak bisa menjawab itu rapat apa. “Itu rapat pihak terkait untuk menyelesaikan masalah Bank Century,” kata Muliaman.

Saat dicecar apa kaitan Marsillam Simanjuntak dalam rapat itu, Muliaman tidak bisa menjawab. Ganjar Pranowo mencurigai, rapat tersebut sengaja untuk menyelamatkan Bank Century. Sebab, di sana hadir pula Menteri Negara BUMN (saat itu) Sofjan Jalil, dan sejumlah petinggi bank BUMN. Dalam rapat itu semua rekening bank BUMN di Bank Century dibuka. “Apakah ini membuka rahasia atau tidak? Apakah mereka boleh mengetahui semua rekening bank BUMN itu,” tanya Ganjar. Saat ini tengah berlangsung sesi kedua pemeriksaan Budi Mulya dan Muliaman Hadad.(DOR)

~ oleh ichwan15788 pada Januari 8, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: