sejarah psikologi olahraga

Nama : ICHWAN DWITYA R.

NIM  : 107161406991

Singkat Psikologi Olahraga Sejarah

Definisi-definisi psikologi olahraga :

  1. Khonstamm (1951) menyebutkan adanya psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam keadaan-keadaan tertentu, misalnya manusia dalam keadaan panik dipela­jari oleh psikologi massa, manusia dalam proses di perusahaan atau pabrik dipelajari oleh psikologi industri dan sebagainya
  2. Rohrer dan Sherrif (1950) dalam penelitian di Connecticut Utara pada tahun 1949 membuktikan bahwa individu mengadakan reaksi yang berbeda dalam situasi sebagai anggota kelompok dengan situasinya sendiri sebagai individu.
  3. Psikologi olahraga adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga dalam interaksi dengan manusia lain dan dalam situasi-situasi social yang merangsangnya “(sudibyo setyobroto, 1989)

Menurut Silva III dan Weinberg (1984), salah satu studi pendahuluan dalam psikologi olahraga telah dilaku­kan oleh George W. Fitz yang menyelidiki waktu reaksi (reaction time) yang tercantum dalam “psychological Review” tahun 1895. Fitz adalah Kepala Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Latihan Fisik pada Havards Lawrence Scientific school sejak 1891 sampai 1899, dan sebagai pertanggungjawab berdirinya Laboratoriurn Pendidikan Jasmani yang pertama di Amerika Utara; telah menciptakan alat-alat untuk mengukur kecepatan dan ketepatan seseorang menyetuh obyek yang dihadapi tiba-tiba dan dalam posisi yang tidak terduga. William G.Anderson , tokoh pendidikan jasmani terkemuka dan tokoh pendiri “American Assosiation for Health, Physical Education, Recreation and Dance” selama tahun akademik 1897-1898 menyelesaikan eksperimen mengenai “Mental practice’, ‘Transfer of Training”, dan “Transfer of muscular Strength” (Ander­son, 1899).

Silva III dan Weinberg (1984) juga mengemukakan hasil studi Robert A. Cumnins (1914) seorang instruktur psikologi pada Universitas Washington yang meneliti efek latihan basket ball terhadap reaksi motorik, perhatian dan kesanggupan mengingat Norman Triplett, ahli psi­kologi dari Universitas Indians menyelenggarakan studi untuk membuktikan hubungan antara pengaruh penonton terhadap penampilan motorik. Scripture, direktur laboratorium psikologi Universitas Yale, berpendapat watak yang baik dan sifat-sifat pribadi dapat diperlihara dengan berperan serta dalam olahraga dan sifat-sifat tersebut dapat ditransfer dalam keadaan yang berbeda kehidupan seseorang.

Menurut Kroll dan Lewis, dalam tulisannya yang dihimpun oleh Straub (198Q), Coleman Robert Griffith pada tahun 1981 telah mulai mengadakan penelitian di Universitas Illinois dengan mengadakan serangkaian observasi informal mengenai faktor-faktor psikologi yang terlibat dalam olahraga bela basket dan sepak bola. Pada tahun 1925 Griffith sudah mengadakan persiapan untuk mendirikan lahoratorium psikologi olahraga. Kemudian secara resmi Griffith inenjadi Direktur dari “the Athlet­ic Research laboratory” di Universitas Illinois. Grif­fith juga disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi Olah raga’, khususnya di Amerika.

Silva III dan Weinberg (1984) mengemukakan bahwa banyak orang berpendapat bahwa laboratorium psikologi olahraga di Amerika Utara, di Universitas Illionis, adalah laboratorium psikologi yang pertama di Amerika Utara. Laboratoriurn psikologi olahraga pertama di dunia didirikan oleh Carl Diem di “Deutsche Hochschule Fur Leibesubungen di Borlin pada tahun 1920. Di Rusia A.Z. Ouni mendirikan laboratorium psikologi olahraga di “Institut of physical Culcure” di Leningrad pada awal tahun 1925.

Sebagaimana dikemukakan oleh Kroll dan Lewis, yang dikutib oleh Straub (1980), Griffith lebih banyak mencu­rahkan perhatian untuk meneliti ketrampilan psikomotor, proses belajar, dan variabel-variabel kepribadian. Sehubungan itu Griffith mengembangkan sejumlah alat-alat tertentu, meliputi

(1)   alat pengukur waktu reaksi otot yang diberi beban

(2)   test kecerdikan dalam baseball

(3)   test ketegangan otot dan relaksasi

(4)   test untuk membedakan 4 type serial reaction times

(5)   test untuk mengukur ketenangan, koordinasi otot-otot dan kemampuan belajar.

(6)   test waktu reaksi terhadap sinar, suara dan tekanan

(7)   test untuk mengukur fleksibilitas koordinasi

(8)   test untuk mengukur kepekaan otot

(9)   test kesiapan mental yang dikembangkan khusus bagi atlit

Pada tahun 1932 Griffith meletakkan jabatan Direk­tur “Athletic Research Laboratory” karena suatu pembatalan bantuan finansial. Kemudian sebagai anggota Team Ahli Psikologi Olahraga dan perkumpulan baseball Chicago Club. Griffith menyelenggarakan bemnacam-macam test untuk meneliti kepemimpinan, latihan, kepribadian, motor learning, kemampuan (ability), pada bermacam-macam faktor psikologi sosial. Akhirnya Griffith menjadi professor dalam psikologi pendidikan, menjelang masa depannya.

Sumbangan lain dalam pertumbuhan psikologi olahraga (Silva III dan Weinberg, 1984) telah diberikan oleh John D. Lawther, profesor pendidikan jasmani di pennsylvania State Universitas, dan profesor pendidikan, Clarence Ragsdale di Universitas Wisconsin, yang mendirikan laboratorium motor learning pada tahun 1930. McCloy, dkk. di Stanford psychological laboratory telah menye­lenggerakan proyek penelitian dengan judul “Character Building  Trough Phsycal Education” pada tahun 1930. Penelitian Miles di Stanford difokuskan untuk mengukur waktu reaksi penjaga garis sepak bola. Ternyata bahwa seseorang yang cepat dalam suatu hal, seperti menggerakkan tangan atau jari, tidak berarti bahwa ia juga cepat dalam penampilan motorik yang lain.

Menurut Silva III dan Weinberg (1984) pada tahun 1935 Hen1y mengambil prakarsa mengadakan kursus di Berkeley dengan judul “Psychological Basis of Physical Activity”.  Sesudah perang dunia II , Warren R. Johnson pada tahun 1949 mengawali penelitian mengenai bermacam­-macam elemen stress dan dampaknya terhadap penampilan atlit. tujuan dari salah satu penelitian tersebut adalah membandingkan reaksi emosional sebelum bertanding pada pemain sepak bola dan pegulat. Johnson berkesimpulan bahwa emosi kuat sebagai gejala wajar rasa takut dan resah (cemas) sebelum bertanding tidak tampak sebagai faktor utama yang istimewa pada sepakbola, tetapi ada indikasi yang kuat bahwa ini merupakan sesuatu yang penting dan serius dalam gulat.

Dikemukakan pula oleh Silva III dan Weinberg (1984) beberapa penelitian sesudah perang duriia II yang dilakukan oleh beberapa ahli dari perguruan tingggi, yaitu antara lain:

Tahun 1952 John M. Harmon dari Universitas Boston, dan Johnson dari Universitas Maryland, menemukan reaksi-reaksi emosional dari atlit-atlit College; Tahun 1954 Johnson bersama Daniel H. Hutton (University of Maryland) dan Granvile B. Johnson (Emory University) meneliti sifat-sifat kepribadian dari kelompok selektif atlit-atlit yang tergolong superior;

Tahun 1955 Burris F. Husman (Maryland) menyusun disertasi mengenai agresivitas petinju dan pegulat.

Tahun 1955 Johnson bersama Doniel H. Hutton meneliti dampak olah raga perkelahian terhadap dinamika perkembangan kepribadian.

Pada sekitar tahun 1955 Franklin M. Henrry dan Celeste Ulrich mulai menganalisis pengaruh stress terhadap penampilan atlit; kemudian penelitian ini dilanjutkan para ahli psikologi olahraga yang lain. Howell (1953) meneliti pengaruh ketegangan emosional terhadap kecepatan reaksi dan gerakan; kemudian Howell meninggalkan University of British Columbia pindah ke Universitas Alberta (Canada). Howell dapat digolongkan sebagai pionir psikologi olahraga dan motor learning Canada.

SESUDAH KONGRES PSIKOLOGI OLAHRAGA 1965.

Menurut Bryant J. Cratty (1973) the first International Congres of Sport Psycology diselenggarakan di Roma. Dalam kongres tersebut telah disepakati pula untuk membentuk “International Society of Sports Psycology” disingkat (ISSP) yang didorong oleh kesadaran bahwa olahraga membutuhkan pendekatan psikologi. Robert Morford (Berkeley) sekitar tahun 1966 telah mengajar psikologi olahraga/motor learning, kemudian dilanjutkan oleh Richard B. Alderman dan Bob Wiberg. Tokoh-tokoh lain disamping Cratty, yang juga menulis tentang motor learning yaitu antara lain : Robert N. Singer (Florida State University) dan Josiph B. Oxendine (Temple University).

Di Amerika perkembangan psikologi olahraga juga di tunjang dengan berdirinya organisasi yang bergerak di bidang psikologi olahraga yaitu North American Society for the Psychology of Sport and Physical Activity (NASP-SPA), dengan tokoh-tokohnya antara lain : Arthur T. Slater-Hammel dari Indiana University (President), Bryant J. Cratty dari University of California at Los Angeles (vice-president for international affairs)

Sesudah diselenggarakan the Second International Conference of Sport Psychology di Washington, DC, beberapa sarjana dari Canada yang menyelenggarakan studi di Amerika mendirikan The Canadian Society for Psychomotor Learning and Sport Psychology (CSPLSP) dengan tokoh-tokohnya antara lain Bob Wilberg. Menurut Alderman (1984) sejak dari permulaan psikologi olahraga di Amerika Utara tumbuh atau berkembang atas dasar latar belakang pendidikan jasmani, termasuk orientasi dan falsafahnya.

Alderman (1984) juga mengemukakan bahwa karena perbedaan minat, objective (sasaran) dan teknik-teknik penelitian, maka sejak awal 1970 terjadi pemisahan lingkup studi atas “bidang motorik” yang lebih banyak melakukan penelitian terapan (applied research), dan profesional psikologi olahraga yang banyak berkecimpung dalam mentest teori dasar. Menurut Saparinah dan Sumarmo Markam (1982 : 21-22) bahwa psikologi olahraga berkembang sejak sekitar tahun 1960 dengan pesat. Pada tahun 1965 telah dibentuk International Society of Sport Psychology (ISSP) yang diketuai DR. Guido Schilling seorang psikolog klinis. Dikemukakan juga oleh Saparinah dan Sumarmo (1982) bahwa disamping Amerika, maka negara seperti Rusia, Jerman Timur, Australia, Cekoslovakia dan Norwegia telah secara konkrit memanfaatkan psikologi olahraga untuk atlit-atlit nasionalnya. Di Norwegia telah dibuka studi mengenai “Sport Psychology” pada taraf akademi.

Dikutip dari : buku psikologi olahraga

  • DR SUDIBYO SETYOBROTO
  • Drs. MAHMUD YUNUS

~ oleh ichwan15788 pada Januari 6, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: