pengelolaan kelas

Manajemen Pembelajaran Bidang Studi

Pendidikan Jasmani

Untuk memenuhi tugas matakuliah

Pengelolaan Kelas Penjas

yang dibina oleh Bapak Heru

Oleh

Ichwan Dwitya R.

107161406991

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI

MARET

2009


Manajemen Pembelajaran Bidang Studi

Pendidikan Jasmani

  1. Menetapkan aturan kelas (class routine)

Siswa yang memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang diperoleh dari pengalaman hidup sebelumnya yang memungkinkan adanya kebiasaan yang tidak baik, perlu diarahkan dan dibimbing untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik melalui pemberian aturan pada saat proses pembelajaran, antara lain pemberian tanda/ isyarat untuk berkumpulformasi yang dikehendaki, mendengarkan penjelasan guru, kerjasama, dll. Aturan ini harus diberikan pada awak pertemuan.

  • Penentuan jam masuk pelajaran.

Seorang guru melakukan kontrak pada siswa tentang penentuan jam masuk pelajaran, contoh: 15 menit sebelum pelajaran dimulai siswa sudah harus berkumpul.setelah itu ada hukuman bagi yang telat.

  • Pemberian tanda atau isyarat untuk berkumpul.

Memulai pelajaran dengan tana meniup pelit 3x

  • Formasi yang dikehendaki oleh guru

Apabila guru meniup peluit serta mengokat kedua tangan ke atas yaitu siswa harus membentuk lingkaran.

  • Menentukan pakaian yang digunakan

Siswa harus mengenakan pakaian seragam olahraga yang ditentukan oleh sekolah, dan memberikan sanksi apabila tidak mengenakan pakaian yang ditentukan agar tercapai kedisiplinan siswa

  • Mengikuti perintah atau aba-aba

Pada saat guru menjelaskan, siswa diwajibkan untuk memperhatikan dengan seksama agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, agar kegiatan tersebut tidak sia-sia.

  • Membentuk kerjasama antar siswa

Kerjasama disini juga termasuk dalam pengambilan alat pembelajaran yang akan digunakan oleh siswa.

  • Tanggung jawab atas alat pembelajaran

Alat pembelajaran yang digunakan harus dijaga oleh semua siswa, hal ini juga melatih tanggung jawab siswa.

  • Penyesuaian keadaan

Siswa dapat tidak mengikuti pelajaran apabila kondisinya tidak memungkinkan seperti sakit dll.

  1. Memulai kegiatan tepat waktu (getting started)

Tanda untuk memulai suatu pelajaran harus ada agar tidak banyak waktu yang terbuang. Aba-aba memulai pelajaran hendaknya tidak membingungkan siswa. Persiapan harus dilakukan agar pembelajaran dapat terlaksanakan dengan tertib. Guru pendidikan jasmani harus mengarahkan siswa untuk melakukan bkegiatan secara tepat waktu agar pembelajaran dapat terlaksana secara efektif

  • Untuk menandakan peluit ditiup 3x untuk menandakan bahwa pelajaran telah dimulai
  • Setelah itu memberikan tanda lagi agar siswa melakukan formasi melingkar dengan cara mengikatkan kedua tangan diatas
  • Sebelum pelajaran guru diwajibkan menghitung siswanya agar guru dapat melakukan kontrol terhadap siswanya
  • Pelajaran dimulai dengan diawalai oleh pemansan.
  1. Mengatur pelajaran (managing the lesson)

Pada pembelajaran yang efektif, guru harus mengatur dan menjaga agar proses kegiatan berjalan dengan lancar. Guru harus menoptimalkan keikutsertaan siswa, dan hal yang paling terpenting adalah tidak terlalu banyak ceramah pada pembelajaran praktik keterampilan gerak agar siswa tidak bosan.

  • Setelah guru mencontohkan di depan, lalu siswa harus mencoba untuk melakukannya secara bergantian
  • Seorang guru dilarang banyak ceramah agar siswa tidak bosan serta dapat lebih mengerti pelajaran dengan cara mempraktekkan
  • Setiap kali pertemuan diselin gi oleh permainan-permainan agar siswa lebih tertarik.
  1. Mengelompokkan siswa(utilizing space and equipment)

Guru merencanakan pembagian kelompok siswa, sesuai dengan jumlah siswa, alat yang tersedia serta formasi yang dikehendaki. Apabila diperlukan dapat pula ditentukan siswa sebagai ketua kelompok yang bertanggung jawab pada kelompoknya.

  • Seorang guru mengelompokkan siswa berdasarkan jenis kelamin, misal pada sekolah-sekolah madrasah Islamiyah dsb
  • Pengelompokan berdasarkan kemampuan siswa juga perlu dilakukan agar siswa yang lebih menguasai dapat membantu untuk mengajari teman yang kurang bisa
  1. Memanfaatkan ruang/ lapangan dan peralatan

Pada pembelajaran praktik keterampilan gerak, guru harus mengoptimalkan keikutsertaan siswa agar pengulangan gerakan lebih banyak. Ruang atau lapangan dan peralatan harus digunakan secara optimal, tapi mengingat kebutuhannya penggunaan ruan atau aula indoor lebih efektif.

seorang guru harus kreatif dalam membuat media pembelajaran yang tidak membahayakan oleh siswa, dan dapat membantu mengatasi keterbatasan alat yang sesungguhnya sehingga frkuensi siwa melakukan kegiatan tersebut menjadi bertambah.

  1. Mengakhiri pelajaran(ending the lesson)

Pada akhir pembelajaran diharapkan siswa memiliki kesan yang baik selama kegiatan berlangsung. Dalam hal ini guru harus membuat klimaks naik pada setiap pertemuan, sehingga siswa berharap adanya kegiatan lanjut yang lebih menarik ang lebih menarik.pada peremuan berikutnya. Pada sat mengakhiri jam pelajaran pun juga harus tepat waktu dengan mempertimbangkan kesempatan siswa untuk membersihkan keringat. Jangan sampaiu menghukum siswa sehingga sampai menghambat siswa masuk pelajaran jam berikutnya.

Guru pendidikan jasmani diharapkan mengakhiri pelajaran 15 menit sebelumnya dikarenakan memberikan kesempatan siswa untuk membersihkan bkeringat serta istirahat sebelum masuk pada jam berikutnya.

~ oleh ichwan15788 pada Januari 6, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: